Andai Main di Bundesliga, Shakhtar Bisa Jadi Juara

Andai Main di Bundesliga, Shakhtar Bisa Jadi Juara

Jelang berlangsungnya leg kedua babak 16 Besar Liga Champions Eropa antara Bayern Munchen verus Shakhtar Donetsk di Allianz Arena pada kamis dinihari (12/03) waktu setempat, pelatih Die Roten, Pep Guardiola melayangkan sanjungan tinggi kepada raksasa Ukraina tersebut. Menurutnya, Shakhtar bukanlah sekedar tim kuda hitam di ajang tahunan ini, tapi berpotensi melangkah jauh setelah menyaksikan penampilan mereka secara langsung pada leg pertama.

Seperti yang kita ketahui, pada leg pertama yang berlangsung februari lalu, secara mengejutkan Bayern Munchen hanya meraih hasil imbang 1-1 atas Shakhtar.

Pujian pun tak ragu dilayangkan mantan pelatih Barcelona ini, bahkan menurutnya, andai Shakhtar ikut berkompetisi di ajang Bundesliga Jerman, maka mereka akan mampu keluar sebagai tim juara.

“Shakhtar memiliki kualitas sama seperti klub-klub top di Jerman. Andai saja mereka bermain di Bundesliga, mereka bakal mampu bersaing untuk memperebutkan titel juara”

“Andai kami membiarkan para penyerang mereka berlari, maka sudah pasti kami akan berada dalam kesulitan yang besar. Pertandingan nanti akan seperti pertandingan Play Off bola basket. Kedua tim sudah saling tahu kelemahan masing-masing, dan pada akhirnya yang menentukan siapa pemenangnya adalah kualitas tim, kami harus mampu menjadi tim pemenang itu” Ujar pep dalam jumpa pers jelang pertandingan.

Bayern Sendiri minimal harus raih kemenangan dalam laga leg kedua nanti jika ingin amankan tiket ke babak perempat final Liga Champions Eropa musim ini.

Arjen Robben Belum Berminat Gabung Manchester United

Arjen Robben Belum Berminat Gabung Manchester United
Nama Arjen Robben sempat dihubung-hubungkan dengan Manchester United pasca diambil alihnya tongkat kepelatihan oleh Louis Van Gaal sejak musim panas tahun 2014 lalu. Seperti yang kita tahu, Van Gaal dan Robben memang memiliki hubungan personal yang sangat bagus, keduanya sempat bekerja sama sebanyak dua kali di dua tim yang berbeda. Pertama ketika sang Meneer menangani Bayern Munchen, kemudian yang kedua ketika dia menangani Tim Nasional Belanda di ajang Piala Dunia 2014 kemarin.

Kemungkinan Robben untuk berseragam Manchester United mungkin dinilai sangat besar, sang pemain sendiri akui hal tersebut, tapi untuk sekarang dia mengaku masih betah berada di Bayern Munchen. Keluarga nya juga sangat senang menetap di Jerman, dan dia tahu Van Gaal tahu akan hal tersebut.

“Di Hari pertama melatih, Van Gaal membuat saya seperti sosok yang penting. Dia sudah memberikan saya sebuah peran penting dan saya memiliki tahun pertama yang hebat di Bayern Munchen. Saya amat berterimakasih kepada dia, dia adalah seorang pelatih yang membuat seorang Individu bisa berkembang lebih baik. Hal seperti itu sangat jarang terjadi di masa sekarang ini”

“Saya sendiri yakin bahwa dirinya bisa raih sukses di Manhester, dan dia tentu saja membutuhkan waktu untuk membangun tim nya. Sedangkan, saya dan keluarga saya hidup sangat baik di Jerman, andai hal tersebut tak berjalan dengan baik, maka Manchester United akan jadi pilihan pertama saya, namun saya yakin dia tahu bahwa saya bahagia ada di sini” Papar Robben kepada Bild.

Aura Old Trafford Kini Sudah Berkurang

Aura  Old Trafford Kini Sudah Berkurang

Untuk kali pertama sejak 10 pertemuan terakhir di Old Trafford Stadium, Manchester United harus akui keunggulan Arsenal. Dalam jamuan Tim Setan Merah di babak perempat final Piala FA akhir pekan kemarin, skuat besutan Arsene Wenger itu mampu raih kemenangan 1-2 dan berhak melaju ke babak semifinal.

Kemenangan ini adalah kemenangan yang pertama sejak 10 pertemuan terakhir dimarkas Red Devils. Hal itu menandakan bahwa Manchester United kini tak bisa lagi menjaga aura ‘angker’ dari markas kebanggaan mereka itu.

Anggapan itupun disetujui oleh Martin Keown, salah seorang Legenda Arsenal yang berperan dalam sejumlah gelar Gunners pada era tahun 90an. Menurutnya, Aura Old Trafford kini sudah tidak se-angker dulu, pihak Manchester United dinilai tak bisa menjaga aura tersebut sepeninggal pelatih Fenomenal Sir Alex Ferguson.

“Dengan performa seperti itu, Arsenal sebagai tim mampu menganalisa momen ini sebagai momen yang menentukan trofi bagi mereka. Saya rasa Aura Old Trafford saat ini sudah jauh berkurang”

“Mereka sudah sembilan kali kalah di kandang dalam dua musim terakhir, di Era Sir Alex Ferguson, itu adalah jumlah kekalahan sama dengan enam musim” Ujar Keown kepada BBC Radio 5 Live.

Arsenal sendiri pastikan langkah ke babak semifinal Piala FA Musim ini dengan Bradford City atau Reading yang bakal jadi lawan mereka pada babak tersebut nanti.

Benzema Juga Berhasrat Raih FIFA Ballon d’Or

Benzema Juga Berhasrat Raih FIFA Ballon d'Or

Siapapun pemain sepakbola professional di dunia ini tentu menginginkan sebuah pengakuan berupa penghargaan, apalagi jika penghargaan yang diberikan itu adalah penghargaan Ballon d’Or yang dikenal sebagai penghargaan untuk mereka para pemain terbaik dunia. Sejauh ini sudah banyak pengakuan dari para pesepakbola Professional akan obsesi mereka untuk dapatkan gelar tahunan dari FIFA tersebut, dan sekarang bertambah satu lagi, dia adalah Karim Benzema. Ya, penyerang Real Madrid ini tak ragu utarakan hasratnya untuk menangkan penghargaan Ballon d’Or di masa mendatang.

Tapi, Penyerang Internasional Prancis ini tahu betul bagaimana syarat minimum untuk bisa kalahkan dua kandidat tetap penghargaan tersebut, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

“Memenangkan FIFA Ballon d’Or tentu selalu menjadi tujuan seorang pemain sepakbola , tak terkecuali saya sendiri. Saya tak bisa membantah keinginan tersebut, Ballon d’Or selalu berada dalam benak saya dan saya yakin setiap pemain ingin memilikinya”

“Lantas apa yang harus saya lakukan untuk bisa mewujudkan mimpi itu? Saya harus bisa menangkan banyak gelar dan bisa mencetak 80 gol atau lebih dalam satu tahun” Demikian ujar Benzema kepada BeIN Sports.

Nama Benzema sendiri mulai terangkat ke permukaan sejak tahun 2009 silam, tepatnya ketika dirinya direkrut Real madrid Dari Olympique Lyon. Sejauh ini, Benzema telah mengemas 130 gol di ajang La Liga bersama Real Madrid.

Mungkin Benzema bisa saja berkeinginan demikian, tapi sepertinya selama masih ada sosok Cristiano Ronaldo dalam tim nya, sulit bagi pemain lain termasuk dirinya untuk memenangkan Ballon d’Or.

Dipermalukan Schalke, Real Madrid Tetap Lolos

Dipermalukan Schalke, Real Madrid Tetap Lolos

Bermain di Estadio Santiago Bernabeu, di hadapan publik mereka sendiri, Real Madrid harus menanggung malu karena dikalahkan tim tamu, Schalke 04. Pertandingan bertajuk leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa yang berlangsung Rabu Dinihari (11/03) itu berakhir dengan skor 3-4 kemenangan Schalke, tapi untung saja, keunggulan agregat masih ada di tangan Los Blancos yang menang dua gol tanpa balas di Veltins Arena pada leg pertama. Dengan demikian mereka tetap berhak atas tiket ke babak perempat final UCL musim ini, nyaris saja tersingkir.

Kalah dua gol tanpa balas di leg pertama sama sekali tak membuat Schalke Minder, bahkan mereka tampil tanpa tekanan sedikitpun sejak kick off babak pertama. Drama 7 gol pertandingan ini bermula di menit ke-20, secara mengejutkan Schalke mampu bungkam sorakan publik Santiago bernabeu lewat tendangan kaki kiri Christian Fuchs yang tak mampu dibendung Iker Casillas, kedudukan sementara 0-1.

Lima menit berselang, Real Madrid langsung bereaksi lewat superstars mereka, Cristiano Ronaldo. Kapten Timnas Portugal tersebut sukses lanjutkan umpan crossing dari Toni Kroos lewat sundulan kerasnya yang masuk ke jala tim tamu, skor kini imbang 1-1.

Schalke kembali ungguli tim tuan rumah di menit ke-40, adalah Klaas-Jan Huntelaar yang berhasil taklukan Iker Casillas dengan menyambar bola muntah hasil sepakan Meyer, skor 1-2. Tapi di penghujung babak pertama, Los Blancos kembali samakan kedudukan, lagi-lagi lewat tandukan Cristiano Ronaldo menyambut umpan silan Fabio Coentrao, skor imbang 2-2 tutup babak pertama.

Karim Benzema kemudian balikkan keadaan lewat aksi ciamiknya dalam kotak penalti Schalke di awal babak kedua, kedudukan kini 3-2, Madrid balik memimpin. Tapi Tak lama berselang, Leroy Sane mampu samakan kedudukan dengan gol indahnya, skor 3-3.

Enam menit jelang laga usai, Huntelaar kembali catatkan namanya di papan skor, kedudukan 3-4 keunggulan Schalke kemudian tak berubah hingga laga berakhir.

Mourinho Kecewa Chelsea Pernah Buang Nemanja Matic

Mourinho Kecewa Chelsea Pernah Buang Nemanja Matic

Performa gemilang Nemanja Matic bersama Chelsea sejak didatangkan dari Benfica SL Pada bursa transfer musim dingin, Januari 2014 lalu sepertinya benar-benar membuat Mourinho pasang senyum sumringah. Bahkan, pelatih berjuluk The Special One ini mengaku kecewa dengan keputusan Chelsea yang pernah menjual gelangang potensial sekelas Matic pada bursa transfer musim panas 2011 lalu. Ya, seperti yang kita ketahui, ketika itu Chelsea yang masih ditangani Carlo Ancelotti melepas Matic begitu saja ke Benfica sebelum akhirnya ditarik kembali menuju Stamford Bridge dengan tebusan 21 Juta Poundsterling pada Januari 2014.

Kepada The Daily Stars, The Special One mengaku tidak akan menjual Matic andai ketika itu dirinya masih menangani Chelsea.

“Andai ketika itu saya masih menangani Chelsea, seorang gelandang Piawai dengan kaki kirinya dan memiliki tinggi badan menjulang hingga 1,95 Meter, saya tidak akan pernah menjualnya ke klub lain”

“Untung saja, keputusan yang tepat diambil Chelsea dengan memulangkan Matic. Andai anda ingin berbuat maksimal untuk klub, jangan hanya pikirkan reputasi, terutama menutup diri dari semua kritikan yang menghujam”

“Mudahnya, anda akan melakukan apapun yang penting menurut anda adalah yang terbaik. Dan ketika itu kami memang sedang butuh gelandang sekelas Nemanja Matic” Ujar Mou kepada Daily Stars.

Chelsea sendiri saat ini tengah bersiap untuk laga leg kedua babak 16 Besar Liga Champions Eropa kontra Paris Saint-Germain. Pertandingan berlangsung pada kamis dinihari (12/03) waktu setempat di Stamford Bridge Stadium.

Indonesia terus Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah PD 2022

Indonesia terus Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah PD 2022

Indonesia terus berupaya ajukan diri sebagai salah satu kandidat tuan rumah Piala Dunia 2022 mendatang. Usaha inipun mendapat dukungan dari berbagai pihak Internal termasuk dari Mentri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi. Berdasarkan pendapat ketua Masyarakat Sepakbola Indonesia atau MSBI, Sarman L Hakim, Imam Nahrawi selaku Mentri Pemuda dan Olahraga siap membuat proposal baru terkait pengajuan diri Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 mendatang.

Keinginan inipun masih ada kaitannya dengan fakta yang terjadi pada bulan Desember 2010 silam, yang mana ketika itu berdasarkan dengan sidang komite Eksekutif FIFA, Negara kita bersama dengan beberapa negara lain seperti Inggris, Belgia, Australia, Belanda, Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Spanyol, Amerika Serikat dan Portugal dikonfirmasi sebagai negara yang sukses lolos tahap penjaringan untuk menjadi kandidat Piala Dunia 2022 mendatang.

Akan tetapi, ketika itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang masih menjabat tidka meneruskan proses bidding. Tapi Sarman yakin, Pak SBY telah menginformasikan kepada Presiden Baru, Bapak Jokowi.

“Saya yakin hal tersebut sudah dikomunikasikan dengan Bapak Presiden Joko Widodo dan Wakilnya, Jusuf Kalla” Ujar Sarman.

“Mentri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi itu punya karakter seperti Soekarno saat masih muda, dia berani dan memiliki pengamatan jauh ke depan. Jika dulu, pada tahun 1962 , Soekarno berani menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Ganefo (Game of New Emerging Forces), sekarang Imam Nahrawi berani meperjuangkan Indonesia untuk Jadi Tuan rumah Piala dunia 2022” Sambung nya.

FIFA sendiri telah memastikan bahwa Turnamen Piala Dunia 2022 digelar di Qatar, tapi memang belakangan ada banyak masalah yang terjadi terkait persiapan penyelanggaraan tersebut.

Porto Singkirkan Basel Dengan Agregat Telak 5-1

Porto Singkirkan Basel Dengan Agregat Telak 5-1

FC Porto dengan tegas pastikan langkah mereka ke babak perempat final Liga Champions Eropa setelah kalahkan FC Basel dengan skor telak 4-0 di leg kedua yang berlangsung Rabu Dinihari (11/03) waktu setempat di Estadio Do Dragao, Porto. Hasil di leg kedua membuat total agregat menjadi 5-1, lantaran hasil imbang 1-1 pada leg pertama di markas Basel. Dengan demikian, Porto tinggal menanti hasil drawing babak perempat final Liga Champions Eropa musim ini tentang siapa yang bakal menjadi lawan mereka di babak tersebut.

Pesta gol FC Porto di hadapan publik estadio Do Dragao bermula pada menit ke-13, awalnya wasit memberikan hadiah free kick kepada tim tuan rumah menyusul dilanggarnya salah seorang pemain Porto. Brahimi maju sebagai eksekutor tendangan bebas dengan sukses sepakannya melengkung dan masuk ke gawang Vaclik, kedudukan sementara 1-0, Porto memimpin.

Dominasi Tim Tuan rumah berlanjut sampai jeda pertandingan, tapi mereka tak bisa menggandakan keunggulan. Hingga akhirnya dua menit usai Kick Off babak kedua, kesalahfahaman lini belakang Basel membuat Herrera dengan mudah taklukan Vaclik tanpa ada kendala sekalipun, kedudukan kini berganda 2-0.

Tak lama berselang, giliran Casemiro yang sukses membuat riuh riak penonton terdengar di berbagai penjuru, tendangan bebasnya dari jarak 32 Meter mampu menerobos masuk ke gawang tanpa terhadang, skor 3-0, Porto semakin berada di atas angin dan Basel tertekan.

Pesta gol porto kemudian berakhir di menit ke-76 kali ini giliran Vincent Aboubakar yang lesatkan gol ke gawang Vaclik, menuntaskan skema serangan balik dari tim tuan rumah. Kedudukan 4-0 tak berubah hingga laga berakhir.

Real Madrid Kalah, Cristiano Ronaldo Marah Besar

Real Madrid Kalah, Cristiano Ronaldo Marah Besar

Untuk kesekian kalinya Real Madrid harus mengakhiri pertandingan dengan wajah tertunduk ke tanah. Usai kalah dari Athletic Bilbao yang membuat mereka tergeser di peringkat dua klasemen sementara La Liga Spanyol akhir pekan lalu, kini Los Blancos harus menanggung malu di hadapan publik mereka sendiri setelah dikalahkan Schalke 04 pada pertemuan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa dengan skor akhir 3-4. Untung saja, kekalahan yang berlangsung pada Rabu Dinihari (11/03) itu tidak membuat mereka tersingkir karena masih unggul total agregat.

Superstar Los Blancos yang tahun lalu menangkan penghargaan FIFA Ballon d’Or, Cristiano Ronaldo sepertinya sangat kecewa dengan performa rekan-rekannya dalam beberapa pertandingan terakhir ini yang berujung pada kekalahan. Hal itu terlihat dari keputusannya untuk enggan berbicara kepada pers selepas kekalahan kontra Schalke.

Sepanjang pertandingan, Cristiano Ronaldo beberapa kali terlihat memasang wajah kecewa, bahkan di akhir laga dia sempat menuturkan kekecewaan nya itu kepada Karim Benzema dengan berkata ‘Ini Memalukan’. Dan selepas laga, dia sempat menunggu sebentar di lapangan sebelum akhirnya menuju lorong stadium kemudian menghampiri media da berkata “Saya tidak akan berbicara kepada kalian, saya tidak akan berbicara lagi kepada pers sampai akhir musim ini” .

Ronaldo sendiri cetak sepasang gol dalam pertandingan melawan Schalke 04, tapi dua gol tersebut sama sekali tak menyelamatkan Madrid dari kekalahan memalukan di Estadio Santiago Bernabeu. Untung saja, dua gol tak terbalas di Leg pertama membuat Madrid tetap berhak atas tiket ke babak perempat final Liga Champions Musim ini.

Roy Keane Kritik Habis Performa Iker Casillas

Roy Keane Kritik Habis Performa Iker Casillas

Legenda kondang Manchester United yang sempat menjadi assisten pelatih di Aston Villa, Roy Keane layangkan kritik kepada penjaga gawang sekaligus kapten Real Madrid, Iker Casillas. Kiper Timnas Spanyol itu memang tampil buruk dalam pertandingan leg kedua 16 Besar Liga Champions Eropa kontra Schalke, Rabu Dinihari (11/03). Tak tanggung-tanggung, Casillas hingga kebobolan empat gol dalam laga yang berkesudahan dengan skor 3-4 itu.

Kepada ITV, Roy Keane berpendapat seharusnya Real Madrid memiliki seorang penjaga gawang kelas dunia, yang tak hanya sekedar mampu mengawal gawang, tapi juga melakukan penyelamatan gemilang. Hal itu dinilainya tak ada dalam diri seorang Iker Casillas yang mengalami penurunan performa sejak beberapa musim terakhir ini.

“Kita boleh menilai bahwa Schalke memang tampil bagus, namun penjaga gawang Real madrid membiarkan begitu saja tiga gol diciptakan tim lawan”

“Jika anda memang ingin meraih titel yang besar, maka anda juga harus memiliki seorang penjaga gawang top, yang tentu saja memiliki performa terbaik. Dari penampilan (casillas) malam ini, maka saya yakin mereka akan mendapatkan masalah untuk pertandingan di perempat final atau semifinal”

“Itu tugas pelatih (untuk memainkan Casillas atau tidak di laga selanjutnya). Tidak hanya malam ini, penampilan dia memang buruk dan sudah mendapat banyak kritik. Anda tidak bisa memoilih pemain atas apa yang telah mereka lakukan di masa lampau. Dari penampilannya malam ini, jelas Casillas tidak cukup bagus” Ujarnya kepada ITV.

Untung saja kekalahan tersebut membuat Real Madrid tetap berhak lolos ke babak perempat final karena unggul total agregat.