Arsene Wenger Masuk dalam Perburuan Lars Bender

Arsene Wenger Masuk dalam Perburuan Lars Bender

Lars Bender, Gelandang Bertahan 25 tahun asal Jerman ini tengah menjadi incaran sejumlah klub papan atas Eropa. Performa apiknya bersama dengan Bayer Leverkusen memang cukup untuk membuat terkesan klub sekelas Real Madrid, Barcelona bahkan Manchester United. Sang pemain sendiri kabarnya tertarik untuk hengkang dari Bay Arena dengan alasan ingin meniti karir di Luar Negeri, nah mendengar hal tersebut, pelatih Arsenal, Arsene Wenger dirumorkan ikut terjun dalam perburuan Lars Bender.

Meski masih hanya sebatas rumor, sang pemain tentu harus dipertimbangkan Wenger, terlebih saat ini belum ada gelandang bertahan muda yang dimiliki Meriam London. Ditambah lagi, Arsene Wenger adalah sosok yang gemar mengoleksi pesepakbola asal Jerman, terbukti sejauh ini sudah ada Per Mertesacker juga Mesut Ozil, dan kabarnya Sami Khedira juga masuk dalam incaran klub London Utara tersebut.

Lars Bender bender sendiri mulai bermain untuk tim utama Bayer Leverkusen sejak tahun 2009 silam. Sejauh ini dia telah mencatatkan 180 pertandingan dan mencetak 15 gol.

Barcelona sepertinya tak bisa mendapakan jasa gelandang bertahan 25 tahun ini, karena mereka masih terikat oleh sanksi embargo transfer yang diberikan FIFA terkait Pelanggaran Aturan perekrutan pemain muda dibawah 18 tahun yang dilakukan akademi La Masia.

Selain Arsenal, ada Real Madrid dan Manchester United juga Liverpool yang diyakini siap menebus klausul mahal Lars Bender pada bursa transfer musim panas mendatang. Menurut anda, siapakah yang akan berhasil merebut hati sang Gelandang?

Borussia Dortmund Petik 3 Angka di Mercedes Benz Arena

Borussia Dortmund Petik 3 Angka di Mercedes Benz Arena

Ya, Borussia Dortmund sepertinya sudah benar-benar kembali ke bentuk terbaik mereka setelah meraih kemenangan beruntun sebanayak tiga kali dalam tiga pertandingan terakhir. Kemenangan terbaru mereka raih ketika berhadapan dengan Stuttgart di Spieltag ke-22, Sabtu Dinihari (21/02). Pertandingan yang berlangsung di Mercedes Benz Arena Stadium itu berkesudahan dengan skor 2-3 kemenangan tim tamu Die Borussen. Berkatnya kini Dortmund semakin menjauhi zona merah pada tabel klasemen sementara Bundesliga Jerman dengan mengoleksi 25 poin.

Ini pertanda yang bagus sebelum berhadapan dengan Juventus pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions Eropa tengah pekan mendatang.

Drama lima gol yang terjadi di Markas Stuttgart diawali oleh gol Pierre Emerick Aubameyang, penyerang asal Gabon tersebut dengan baik memanfaatkan umpan dari Shinji Kagawa untuk menaklukan gawang Tim tuan rumah pada menit ke-25, kedudukan sementara 0-1.

Namun, 7 menit berselang, tim tuan rumah langsung bereaksi lewat eksekusi penalti dari Florian Klein yang disebabkan pelanggaran dalam kotak terlarang, kedudukan kini imbang 1-1. Akan tetapi, beberapa menit sebelum jeda pertandingan, Ilkay Gundogan mampu membawa Dortmund kembali unggul lewat sepakan kerasnya, skor 1-2 tutup babak pertama.

Di babak kedua, pertandingan masih berlangsung sengit, kedua tim saling serang, dan pada akhirnya Borussia Dortmund unggul selisih dua gol ketika Marco Reus sukses menaklukan jala tuan rumah, skor 3-1.

Gol dari Georg Niedermeier sempat membuka secercah harapan bagi tuan rumah untuk terhindar dari kekalahan, tapi sayang kedudukan 2-3 sama sekali tak berubah sampai laga berakhir.

Jose Mourinho Juga Kecam Aksi Rasisme Fans Chelsea di Paris

Jose Mourinho Juga Kecam Aksi Rasisme Fans Chelsea di Paris

Masih soal aksi Rasisme yang dilakukan sekelompok Suporter Chelsea ketika mereka berkunjung ke Kota Paris untuk menyaksikan tim kesayangan bertanding di Leg pertama babak 16 Besar Liga Champions Eropa kontra Tim tuan Paris Saint-Germain di Stade Parc Des Princes.

Seperti yang kita ketahui, telah beredar luar sebuah video rekaman bagaimana insiden tersebut berlangsung, seorang pria kulit hitam mendapat perlakuan tak terpuji dari sekelompok Fans The Blues, hasilnya Chelsea pun langsung memberi hukuman larangan masuk ke Stamford Bridge selama seumur hidup kepada para pelaku yang terbukti ikut terlibat dalam Insiden itu.

Aksi ini menuai banyak sekali kecaman dari berbagai tokoh sepakbola, setelah Branislav Ivanovic, John Terry dan beberapa penggawa The Blues lainnya, kini giliran pelatih Jose Mourinho yang angkat bicara soal insiden tersebut.

“Saya merasa sangat malu ketika saya tahu apa yang terjadi pada saat itu. Saya sebenarnya menolak untuk dihubungkan dengan orang-orang seperti itu, mereka bukanlah Chelsea, mereka bukan sepeti Kami”

“Dalam ruang ganti juga bereaksi seperti yang saya lakukan, dengan kekecewaan dan mereka sangat mengecam situasi seperti itu kemudian mendukung si Korban. Mereka merasa malu dengan apa yang terjadi, tapi sepertinya kita tidak perlu seperti itu karena orang-orang yang terlibat disana tidak layak untuk disebut sebagai Chelsea” Sesal Mourinho kepada Reporter.

Chelsea sendiri akhirnya berhasil meraih hasil imbang di markas Paris Saint-Germain ini, berkatnya langkah mereka bisa dikatakan lebih mudah untuk menuju ke perempat final lantaran pada leg kedua bermain di kandang sendiri.

Chelsea Undang Pria Korban Aksi Rasisme Fans Mereka

Chelsea Undang Pria Korban Aksi Rasisme Fans Mereka

Chelsea FC akhirnya melakukan sesuatu sebagai lambang permohonan maaf kepada Souleymane, sang Korban Aksi Rasisme asal Paris oleh sejumlah Fans The Blues pertengahan pelan kemarin. Pihak Chelsea mengundang Pria tersebut bersama dengan keluarganya untuk datang ke Stamford Bridge dalam pertandingan leg kedua antara Tim Tuan rumah melawan Paris Saint-Germain. Hal ini diumumkan The Blues langsung melalui Juru Bicara mereka .

“Kami sudah menuliskan Surat kepada Souleymane dan kami akan mengundangnya untuk menyaksikan pertandingan leg kedua melawan Paris Saint-Germain. Lami menulis surat itu sebagai permohonan maaf kepadanya, sekaligus mengundang dia beserta keluarga untik datang ke pertandingan kami layaknya seorang tamu, dan kami berharap dia mau menerima undangan tersebut” Demikian pernyataan resmi Chelsea lewat Juru Bicara mereka.

Aksi Rasisme Fans Chelsea yang berlangsung sesaat setelah pertandingan leg pertama antara Paris Saint-germain kontra The Blues pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions Eropa itu memang sedang menjadi topik bahasan di sejumlah media Eropa.

Wajar saja, aksi sekelompok fans The Blues di salah satu kereta bawah tanah yang ada di Paris itu benar-benar kelewat batas. Mereka tak hanya mengejek Pria itu, tapi juga mendorong nya keluar dari pintu kereta, serta menyanyikan Chants yang berarti bahwa mereka memang suka bertindak rasisme.

Insiden ini diketahui setelah salah seorang saksi disana merekam kejadian dan langsung menyebarkannya lewat sosial Media. Chelsea telah resmi menghukum orang-orang yang terlibat berupa larangan masuk stamford Bridge selama seumur hidup.

Juventus Susah Payah Tekuk Atalanta

Juventus Susah Payah Tekuk Atalanta

Bermain di bawah Standart mereka, Juventus tetap berhasil memetik tiga poin saat menjamu Atalanta dalam lanjutan Serie A Italia Giornata ke-23. Pertandingan yang berlangsung di Juventus Stadium, pada Sabtu Dinihari (21/02) itu berakhir dengan kedudukan 2-1, kemenangan Bianconneri. Berkatnya, Juventus masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan total keunggulan 10 poin dari AS Roma yang berada di posisi kedua.

Namun kemenangan ini harus segera dilupakan skuat asuhan Massimiliano Allegri lantaran mereka harus bersiap menghadapi Borussia Dortmund pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa.

Seperti biasa, bermain di hadapan ribuan suporter sendiri, Juventus langsung mengambil inisiatif menyerang, peluang emas pertama didapatkan Fernando Llorente, andai saja sepakan kerasnya tidak melenceng, mungkin Juve sudah memimpin satu angka.

Tim Tamu membawa petaka bagi Bianconneri di menit ke-20, tendangan pojok Urby Emanuelson berhasil dilanjutkan Migliaccio dengan tandukan keras yang tak terhalau The Superman, kedudukan kini 0-1, Juve tertinggal.

Namun, Fernando Llorente langsung membayar kesalahannya 5 menit berselang, penyerang asal Spanyol ini mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang dengan baik, membawa skor menjadi imbang 1-1.

Pertandingan berlangsung semakin intens, tempo cepat diperagakan kedua tim, dan jelang beberapa detik saja untuk Jeda laga, Andrea Pirlo berhasil jadi pahlawan kemenangan Juve lewat sepakan kerasnya dari jarak jauh, skor 2-1, Juve kini berbalik unggul.

Adapun kedudukan tersebut bertahan bukan hanya sampai jeda laga, tapi sampai babak kedua berakhir meski Juve mendominasi laga tersebut.

Juventus Berhasil atasi Perlawanan Borussia Dortmund

Juventus Berhasil atasi Perlawanan Borussia Dortmund

Alvaro Morata dan Carlos Tevez berhasil jadi pahlawan bagi kemenangan Juventus pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions Eropa yang berlangsung Rabu Dinihari, (25/02) di Juventus Stadium. Tak hanya jadi pahlawan bagi Bianconneri, kedua penyerang tersebut juga sukses menyelamatkan Giorgio Chiellini yang sempat melakukan blunder dan menjadi biang kerok terciptanya gol penyama kedudukan oleh Marco Reus pada menit ke-18.

Hasil ini jelas merupakan keuntungan bagi Juventus, mereka hanya perlu meraih hasil imbang ketika bertandang ke Signal Iduna Park pada leg kedua nanti.

Tanpa basa-basi, Tim Tamu langsung melancarkan serangan sejak kick off babak pertama, peluang pertama tim tamu didapatkan oleh Cirro Immobile. Ya, mantan penggawa FC Torino itu melepaskan sepakan keras ke arah gawang, tapi sayang bola masih melebar.

Di menit ke-13, Skema serangan Balik Juventus langsung berujung pada hasil nyata. Alvaro Morata menggiring bola di pinggir kotak penalti kemudian melepas tendangan keras, bola memang mampu ditepis Roman Weidenfeller, tapi hasil muntahan langsung dimanfaatkan Carlos Tevez dengan sodoran ringan, kedudukan sementara 1-0, Juventus memimpin.

Namun, selang lima menit kemudian, Dortmund sukses menyamakan kedudukan, Chiellini terpeleset ketika berusaha menguasai bola, si kulit bundar langsung diambil alih Marco Reus, dengan tanpa kawalan dan tak menemui kesulitan, penyerang yang baru saja memperpanjang kontraknya bersama Dortmund itu mampu menaklukan Gianluigi Buffon, kedudukan kini imbang 1-1.

Dortmund lebih percaya diri setelah gol tersebut, tapi apa daya, mereka justru kebobolan gol kedua di menit ke-43. Paul Pogba melepas umpan silang kepada Morata, dengan sontekan ringannya, penyerang muda Spanyol tersebut mengalirkan bola ke gawang, Juve kembali unggul 2-1. Kedudukan tersebut bertahan sampai jeda dan sampai babak kedua berakhir.

La Liga Tolak Piala Dunia 2022 Qatar digelar Di Musim Dingin

La Liga Tolak Piala Dunia 2022 Qatar digelar Di Musim Dingin

Qatar akhirnya resmi terpilih sebagai Calon Tuan Rumah Pergelaran Piala Dunia tahun 2022 mendatang. Seiring terpilihnya Qatar, muncul juga sebuah masalah baru yang harus dipecahkan seluruh federasi sepakbola dunia dibawah kepemimpinan FIFA terkait waktu yang tepat untuk menggelar turnamen empat tahunan tersebut. Hal ini berhubungan dengan Cuaca Ekstrem di Qatar jika menerapkan jadwal biasanya yakni Di Musim Panas mulai bulan Juni hingga Juli.

Sekelompok tim khusus dari FIFA sendiri mengusulkan agar Piala Dunia tersebut digelar pada periode musim dingin antara bulan November sampai Desember. Namun, usulan ini mendapat penolakan dari pihak La Liga Spanyol dan Liga Primer Inggris. Keduanya menolak Piala Dunia 2022 Qatar berlangsung pada musim dingin, karena dinilai akan merusak perkembangan kompetisi sepakbola di Eropa dalam segala aspek.

Namun, pihak La Liga melalui Otoritas tertinggi mereka LFP juga menyarankan agar Piala Dunia berlangsung di periode bulan Mei hingga Juni saja, karena ketika itu, cuaca masih belum memasuki musim panas.

“La Liga dengan diwakili oleh Presiden Javier Tebas hadir di Doha untuk merundingkan waktu yang tepat pergelaran Piala Dunia 2022 mendatang. Usulan terbaru menyebutkan, Turnamen akan berlangsung pada tanggal 19 November sampai 23 Desember 2022”

“Asosiasi Liga Professional Eropa yang dipimpin oleh La Liga dan Liga Primer Inggris dengan ini menolak usulan tersebut lantaran dinilai bisa merusak dan membahayakan secara serius perkembangan kompetisi di Eropa”

“Liga-Liga eropa dan klub kembali menegaskan dukungan agar Piala Dunia 2022 Qatar digelar pada Bulan Mei, sebuah periode yang setidakinya masih bisa diterima dan dari segi cuaca terbilang lebih menguntungkan bagi para pemain dan fans” demikian pernyataan resmi LFP.

Massimiliano Allegri Beber Rahasia Kalahkan Dortmund

Massimiliano Allegri Beber Rahasia Kalahkan Dortmund

Juventus telah berhasil sedikit menunjukkan ‘taring’ mereka di kancah Eropa setelah mengalahkan Borussia dortmund pada pertemuan leg pertama babak 16 Besar Liga Champions Eropa musim ini. Pertandingna yang berlangsung di Juventus Arena itu berakhir dengan skor 2-1, kemenangan Bianconneri.

Tentu saja Dortmund merupakan tim yang kuat di kancah Eropa, apalagi dua musim lalu mereka sukses menembus laga final, namun ternyata Juventus sudah menyiapkan taktik tersendiri untuk mengatasi perlawanan Die Borussen. Hal tersebut diungkapkan pelatih Massimiliano Allegri dalam wawancara singkat selepas pertandingan.

“Untuk bisa mengalahkan tim sekelas Borussia Dortmund, anda membutuhkan teknik, presisi dan intensitas tentunya. Pertandingan tadi penuh dengan taktik, dan saya rasa kami memiliki lebih banyak peluang dalam pertandingan ketimbang mereka”

“Kami sudah menyiapkan taktik seperti ini, memancing mereka untuk menyerang, mengunci lini tengah, dan karena itu memunculkan ruang kosong pada lini belakang mereka. Dalam level ini, anda tidak bisa berusaha terus mendominasi pertandingan, jadi memasang target dengan memanfaatkan lini belakang mereka adalah solusi yang tepat”

“Mereka bermain amat ngotot pada babak pertama, namun lama kelamaan menjadi semakin menurun seiring berjalannya pertandingan, dan kami mampu menghadirkan sejumlah peluang demi memperbesar keunggulan kami”

“Mereka turun dengan skema yang sedikit berbeda, 4-3-3, itu artinya mereka berusaha untuk menyerang lini sayap pertahanan kami, tapi kami berhasil mengatasinya dengan baik, walaupun kami sedikit tertarik ke kanan dan seharusnya bisa lebih baik lagi” Beber Allegri.

Lionel Messi Tak Pernah Minta Barca Rekrut Aguero

Lionel Messi Tak Pernah Minta Barca Rekrut Aguero

Lionel Messi dan Sergio Aguero, dua penyerang terbaik dunia itu merupakan sahabat yang amat dekat. Keduanya sudah menjalin pertemanan sejak masih belia dulu, tepatnya ketika masih sama-sama membela Tim Nasional Junior Argentina. Sampai sekarang, Messi dan Aguero tetap sering berhubungan, meskipun keduanya saling berhadapan ketika membela tim masing-masing di babak 16 besar Liga Champions Eropa.

Kedekatan antara Messi dan Aguero sampai memunculkan rumor bahwa Messi meminta kepada Barcelona untuk mendatangkan penyerang Manchester City itu dalam bursa transfer musim panas kemarin.

Akan tetapi hal tersebut terbantahkan fakta, karena Barca sendiri telah mendatangkan Luis Suarez pada kesempatan edisi tranfer musim panas kemarin. Gosip ini juga dibantah pelatih Luis Enrique juga presiden klub, Josep Maria Bartomeu. Ya, Orang nomor satu di Barcelona itu menegaskan bahwa Messi tidak pernah memintanya untuk mendatangkan Aguero. Dia juga membantah isu permintaaan la Pulga untuk memecat Pelatih Luis Enrique setelah sempat diisukan keduanya bersitegang.

“Lionel Messi sejatinya tidak pernah meminta saya untuk mendatangkan Aguero. Laporan tentang Luis Enrique juga tidak benar adanya, Leo tidak pernah meminta saya untuk memecat sang pelatih kepala” Tegas Bartomeo dalam wawancara bersama Radiogaceta Sport.

Barcelona sendiri berhasil memetik hasil positif di leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa kontra Manchester City di Etihad Stadium, Rabu dinihari kemarin (25/02) waktu setempat. Pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan 1-2, kemenangan Los Blaugrana.

Pellegrini Girang Lionel Messi Tak Cetak Gol

Pellegrini Girang Lionel Messi Tak Cetak Gol

Masih soal lanjutan leg pertama babak 16 Besar Liga Champions yang berlangsung Rabu Dinihari (25/06), pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini mengaku lega karena Superstar Barcelona, Lionel Messi gagal mencetak gol dalam kesempatan penalti di penghujung laga kemarin. Kegagalan Messi membuat keunggulan Barca 1-2 tak berubah, meski demikian Pellegrini merasa sedikit lebih tenang, lantaran hasil itu masih mungkin untuk dikejar saat Leg Kedua di Estadio Camp Nou, Maret mendatang.

Pelatih asal Cili tersebut juga sedikit berkomentar tentang jalannya pertandingan di Etihad Stadium, yang mana menurutnya Manchester City memang lemah di babak pertama, sebelum akhirnya bangkit dan mencetak gol pada babak kedua.

“Andai Lionel Messi berhasil mencetak gol lewat titik putih penalti, kesempatan kami bisa menjadi semakin tipis untuk lolos ke babak berikutnya”

“Gol pertama dalam pertandingan ini sangat menentukan, dan tercipta karena kesalahan kami sendiri. Kami mampu bangkit di babak kedua, dan sempat mendapatkan sejumlah peluang terbuka, tapi kehilangan satu pemain (Gael Clichy) membuat semuanya menjadi sulit”

“Hasil pahit ini kami rasakan karena kami memang tidak melakoni babak pertama dengan baik, kami sudah memberikan gol pertama secara percuma kepada barca, tapi kami terus meningkat di babak kedua dan mendapatkan sejumlah kesempatan”

“Kami bermain selama 10 hingga 15 menit dengan 10 pemain saja, dan melawan Barcelona, itu adalah keuntungan besar bagi mereka. Sulit untuk kembali bangkit karena kami kalah di kandang, namun tim ini memiliki kepribadian untuk mencoba peruntungan di leg kedua nanti” Papar Pellegrini selepas pertandingan.